Kejari Bitung ‘Lacak’ Aliran Dana BOS

0
377
siswa SD mulai belajar tatap muka
Saat pandemi Covid 19 aliran dana BOS terkait pembelian APD siswa dan quota internet. Sebagian siswa mengaku tidak menerima quota internet untuk belajar daring.

Indonesiablitz.com, Bitung – Kejaksaan Negeri Bitung dalam beberapa hari terakhir memanggil puluhan Kepala Sekolah SD dan SMP di Kota tersebut. Pasalnya sejumlah sekolah tidak dapat mempertanggungjawabkan laporan penggunaan dana BOS Tahun anggaran 2020.

Diduga kuat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bernilai miliaran rupiah, digunakan membayar ‘upeti’ oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung. Dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini, sejumlah Sekolah di Kota Bitung tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS, hingga wajib memulangkan dana/ TGR.

Kejari Bitung telah memanggil 11 orang Kepsek dan sejumlah pejabat teras Dinas Dikbud Kota Bitung, terkait kasus dugaan korupsi dana BOS TA 2020

Informasi dari salah seorang Kepsek yang enggan disebutkan namanya mengakui adanya setoran ke oknum pejabat Dinas Dikbud. Dengan sangat terpaksa para Kepala Sekolah membuat laporan fiktif, hingga TGR.
 
” Jumlahnya bervariasi, tergantung besaran dana BOS yang diterima sekolah. Setoran dana BOS ini sebagai balas jasa karena telah memperjuangkan kami, untuk mendapatkan jabatan Kepsek,” ungkapnya.
 
Bahkan beredar kabar ada Kepsek yang menyetor kepada oknum pejabat tersebut, sebesar 50 % dari jumlah total pencairan dana BOS. Dengan wewenangnya, oknum pejabat tersebut menjadwalkan pencairan dana BOS di Bank SulutGo Cabang Bitung, untuk memudahkan pungutan.
 
” Saat pencairan dana BOS, yang bersangkutan menunggu di mobil, menunggu setoran dari kami. Bahkan sejumlah Kepsek melakukan transfer dari rekening dana BOS ke rekening oknum pejabat tersebut,” tambahnya.

Para Kepala Sekolah SD se-Kota Bitung mengikuti rapat persiapan Kegiatan belajar mengajar tatap muka, di era baru pandemi covid 19

Dalam sepekan terakhir Kejari Bitung memanggil para Kepsek sebagai saksi atas dugaan kasus korupsi dana BOS. Sejumlah Kepsek penerima dana BOS mengakui adanya panggilan dari Kejari setempat.
 
” Iya benar, kedatangan kami di Kejari Bitung untuk memenuhi panggilan penyidik, terkait dugaan kasus pungutan liar dana BOS,” kata seorang Kepsek.
 
Sejumlah Kepsek mengaku, saat ini oknum pemungut dana BOS meminta para Kepsek bersaksi di hadapan penyidik, bahwa dana tersebut sebagai pinjaman. Dia akan mengganti atau mengembalikan dana tersebut ke sekolah masing-masing.
 
” Oknum tersebut meminta kami menutupi wajib setor dana BOS. di muka penyidik Kejaksaan, kami diminta menyampaikan dana setoran itu sebagai pinjaman,” tambahnya.
 
Kejari Bitung mengakui adanya pemanggilan belasan Kepsek, terkait kasus dugaan korupsi dana BOS tahun 2020. Bahkan Kajari Bitung, Frenkie Son menyatakan kasus tersebut sudah dalam tahap penyidikan.
 
“ Sudah tahap penyidikan, namun penyidik Kejari belum menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dana BOS. Sudah ada sebelas Kepala Sekolah dan sejumlah pejabat di dinas Dikbud yang kami panggil sebagai saksi,” tegas Frenkie Son, melalui pesan singkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × five =