Berebut warisan rumah anggota DPRD Bitung Dibakar
Tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkot Bitung selama dua jam, baru dapat memadamkan api rumah milik anggota DPRD Kota Bitung, Habriyanto Ahmad.

Indonesia Blitz, Bitung – Sebuah rumah mewah permanen dua lantai di kelurahan Girian Weru dua kota Bitung, Sulawesi Utara, hari Kamis malam (25/3) sekitar pukul 18.00 Wita terbakar. Rumah milik anggota DPRD Kota Bitung, Habriyanto Ahmad, ini diduga sengaja dibakar.

Warga sekitar lokasi sangat panik atas kebakaran tersebut. Pasalnya rumah tersebut berada tepat di tengah permukiman padat penduduk di Kelurahan Girian Weru Dua. Penghuni sebuah rumah yang berada tepat di samping rumah yang mulai terbakar tersebut, tampak histeris ketakutan, sembari mengevakuasi keluar anggota keluarga dan perabotan yang berada di dalam rumah.

Kepanikan semakin bertambah ketika api terlihat di kamar depan semakin membesar. Apalagi para pengandara mobil dan sepeda motor yang kebetulan lewat, mulai membunyikan klakson sembari berteriak-teriak ada kebakaran. Spontan para keluarga di puluhan rumah di sekitar rumah yang terbakar tersebut keluar.

Sejumlah warga berusaha memanjat bagian samping rumah tersebut, sembari membawa ember dan menyiram kamar yang terbakar. Mereka juga memecahkan kaca-kaca jendela kamar tersebut agar bisa leluasa menyiram air.

Hampir 20 menit mereka berusaha memadamkan api, tapi belum berhasil padam seluruhnya. Apalagi nyala api mulai terlihat di atas plafon dan menjalar ke bagian atap bangunan mewah tersebut.

Beruntung 1 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota Bitung tiba. Para petugas Damkar dengan sigap mulai memanjat masuk ke rumah tersebut dan menyemprotkan air dari mobil berkapasitas 6000 liter.

Sekitar 5 menit kemudian dua mobil Damkar yang lain juga tiba untuk memback-up pemadaman api. Hanya beberpa menit pemadaman berhasil dan petugas masih terlihat melokalisir bara api dan memeriksa sejumlah bagian rumah jangan sampai masih ada titik api lain.

Petugas Damkar juga terlihat mengeluarkan bekas kasur springbed yang tertinggal rangka coil, karena sudah hangus terbakar. Awal api diduga berasal dari kasur yang terbakar ini.

Anggota DPRD Bitung, Habriyanto Ahmad, tidak berada di tempat, karena sedang melaksanakan tugas di provinsi Gorontalo. Namun orangtua Habriyanto, Nyolo Ahmad, kepada Indonesia Blitz.com mengungkapkan ia menduga kuat rumah tersebut sengaja dibakar anak sulungnya bernama Andry Ahmad.

Tudingan itu ia lontarkan karena beberapa saat sebelum para tetangga panik melihat kebakaran di rumah tersebut, putra tertuanya itu sempat mengancam dirinya, saat ia berada di rumah lain, tepat di belakang rumah yang terbakar.

“Sekitar hampir jam 6 tadi, ia mengancam untuk memukul saya. Ia juga sempat mengeluarkan kata-kata jangan ke mana-mana ngoni, kita mo lia ngoni”, kata Nyolo.

Ternyata ancaman itu, tutur Nyolo, agar mereka melihat sendiri rumah sudah ia bakar. “Kamar di bawah juga ia sudah sudah siram bensin”, jelas Nyolo.

Nyolo terlihat agak emosional dengan sikap anak sulungnya itu. Ia bahkan meminta petugas harus bertindak tegas terhadap anaknya itu.

“Tembak saja dia pak. Ia sudah keterlaluan”, kata Nyolo kepada beberapa petugas polisi dari Polres Kota Bitung, yang berada di lokasi kebakaran.

Menurut Nyolo, anaknya Andry tidak setuju warisan rumah mewah dua lantai itu diberikan kepada adiknya, Habriyanto dan bagian belakangnya kepada adik perempuannya, Ika.  Ia juga memprotes ayahnya sudah merobah sertifikat rumah tersebut menjadi milik Habriyanto.

Nyolo mengakui konflik harta warisan darinya itu sempat berproses hingga ke pengadilan. Tetapi dengan hati lapang ia merelakan rumah-rumah miliknya dibagikan kepada 3 anaknya. Baginya harta yang ia dan istrinya peroleh semasa muda dulu, intinya untuk warisan kepada anak-anaknya. Sayang, ada seorang anaknya tidak puas.

“Saya sudah berikan (warisan) kepada dia (Andry-Red) rumah besar di jalan 46 di atas. Dia sudah jual dan dapat uang 1 miliar lebih. Tapi uangnya cuma tiga bulan sudah habis. Sekarang dia mau marah-marah ke saya soal rumah ini saya berikan kepada Anto (Habriyanto),” ungkap Nyolo.

Seorang petugas polisi kepada Indonesia Blitz.com mengakui anak Nyolo, Andry sudah dibawa ke Polres Kota Bitung untuk dimintai keterangan. Rumah yang terbakar tersebut juga dipasang police line, untuk memudahkan tim Inafis Polres Bitung melakukan identifikasi.

Kebakaran di rumah anggota DPRD tersebut baru dapat diatasi pada pukul 19.45 Wita, atau hampir dua jam kemudian. Petugas dan mobil Damkar baru meninggalkan lokasi, setelah api dapat dikendalikan. (editor: Jeff).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − 6 =