Bupati JEG Jawab Kritikan Dengan Kerja Nyata

0
368
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga
Untuk membangkitkan ekonomi saat pandemi covid 19, Bupati Sangihe mendatangi Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, untuk pemberdayaan ekonomi dan perdagangan di Sangihe

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Fakta bahwa tidak semuanya kinerja baik seorang kepala daerah akan disenangi seluruh warganya itu benar adanya. Tak terkecuali Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, yang mampu menjawab berbagai kritikan, dengan kerja nyata.


Sebagai pemimpin daerah, Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana tak pernah luput dari kritikan sekelompok orang yang secara masif menyoroti kinerjanya. Meski faktanya dalam empat tahun di bawah kepemimpinannya, pembangunan di tanah Tampungang Lawo mengalami kemajuan cukup signifikan.

Rangkaian Kerja Nyata Yang Dilakukan Bupati Jabes Gaghana Saat Menyampaikan Kesiapan Pemkab Sangihe Terkait Projec Pembangunan Pembangkit Energi Listrik Terbarukan, di Hadapan Pimpinan Perusahaan Energi di Jakarta

Namun Bupati Gaghana mengaku jika dirinya bukan tipe seorang pemimpin yang anti kritik. Ia bahkan menyatakan bahwa kritikan itu sangat penting bagi sebuah pemerintahan asalkan setiap kritikan itu bernilai positif untuk kemajuan daerah.

“Kalau kritikan yang disampaikan kepada pemerintah memiliki nilai positif untuk kemajuan daerah, pasti akan kita terima sebagai sebuah bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah dalam membangun Sangihe lebih maju. Namun jika kritikan yang disampaikan sifatnya tendensius dan tidak ada faedahnya, kita juga tidak perlu menanggapinya, karena membuang energi,” tegas Gaghana.

Namun jika kritikan itu berupa fitnah, dan menyentuh privasi dan kehormatan keluarga, sebagai manusia biasa Jabes Gaghana menegaskan akan melakukan pembelaan secara hukum. Karena negara kita negara hukum, kita semua harus taati hukum positif.

Bupati Sangihe Jabes Gaghana, Usai Berdiskusi dengan Pimpinan Perusahaan Energy dari Austria, yang akan membangun pembangkit listtrik energi terbarukan

Beberapa hal yang dijadikan objek kritikan empuk para pengeritik, diantaranya soal batalnya pinjaman 170 M. Para pengkritik bahkan dengan lantang menghakimi Jabes Gaghana sebagai pemimpin pembohong.

Pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah Edwin Roring waktu itu, telah memberikan penjelasan secara gamblang bahwa pembatalan pinjaman Rp 170 M itu, karena pemerintah daerah tidak mau ambil resiko atas beban bunga dari pinjaman tersebut yang efeknya, akan mengganggu dana APBD.

Demikian halnya dengan batalnya pembangunan Hotel Bintang lima, berlokasi di Pelabuhan Tua (Peltu Sangihe), juga kerap dijadikan bahan kritikan sekelompok orang, untuk menyudutkan kepemimpinan Gaghana. Padahal saat itu telah dilakukan peletakan batu pertama.

Bupati Jabes Gaghana melihat secara langsung titik koordinat pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan di Tamako

Para pengkritik mempertanyakan batalnya pembangunan proyek tersebut. Mereka menilai hal tersebut sebagai kegagalan Bupati dan Wakil Bupati Jabes Gaghana dan Helmut Hontong.

” Pembangunan Hotel bintang lima itu bukan tertata dalam APBD, tapi investor swasta. Investor tersebut terpengaruh pandemi covid 19, hingga menunda sejumlah rencana investasi, termasuk investasi di Sangihe,” jelas Gaghana.

Bahkan investor yang akan membangun hotel bintang lima, Sangihe Grand Hotel itu, hanya mencari keuntungan dengan memanfaatkan APBD, sebagai dana awal pembangunan. Bupati Gaghana yang tak ingin ada dana keluar dari APBD untuk kepentingan investor.

Bupati Jabes Gaghana langsung membatalkannya, bahkan dengan tegas menyatakan, tidak masalah pembangunan hotel itu dibatalkan, asalkan tidak ada dana APBD yang dikeluarkan.

” Pembatalan pembangunan hotel, untuk melindungi segenap masyarakat Sangihe, jangan sampai akibat pembangunan tersebut mengurangi perhatian pemerintah terhadap masyarakat,” tambah Gaghana.

Belakangan yang menjadi bahan gorengan para pengritik, adalah Proyek pembangunan energi listrik terbarukan atau Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) di Kecamatan Tamako. Para pengeritik menyebutkan bahwa Proyek tersebut akan menjadi mubazir seperti proyek pembangunan listrik tenaga Bayu yang dibangun di kampung Lenganeng beberapa puluh tahun lalu, dengan dana APBD.

Bahkan ada pula yang mempertanyakan, apakah anggaranya akan menggunakan dana APBD untuk diberikan kepada investornya? (lucu memang).

Pemkab Sangihe sediakan lahan pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan
Bupati Sangihe Jabes Gaghana menetapkan tiga titik pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan, di Kecamatan Tamako.

Padahal yang akan membangun PLTH di Sangihe adalah dua perusahaan energi raksasa yang satunya milik BUMN dan satunya lagi perusahaan energi dari Austria, dimana keseluruhan anggaran pembangunannya berasal dari kedua perusahaan tersebut, dan sepeserpun tidak ada dari dana APBD yang akan dikeluarkan.

Justru kedua perusahaan tersebut yang akan menanamkan modal mereka di Sangihe. Daerah akan mendapat keuntungan serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Sangihe, di tengah pandemi covid 19.

Bupati menjelaskan bahwa projec pembangunan energi listrik terbarukan di Sangihe, merupakan kerja nyata pemerintah daerah dalam mengatasi krisis listrik di Sangihe. Disinggung adanya kekuatiran bahwa Projec ini akan mubazir, Gaghana menjelaskan bahwa, tim teknis dari kedua perusahaan energi itu pada pertengahan tahun 2020 telah melakukan survey dan menetapkan titik koordinatnya di wilayah Kecamatan Tamako.

Bupati Jabes Gaghana Saat Mendengar Penjelasan Dari Kedua Pimpinan Perusahaan Energy Yang akan Membangun Projec Tenaga Listrik Terbarukan di Sangihe.

Intinya, yang akan membangun PLTH di Sangihe, adalah dua perusahaan energi raksasa yang memiliki peralatan canggih untuk sebuah pembangunan Energy listrik terbarukan, sehingga sangat keliru jika Proyek ini akan mubazir.

Rupanya, Bupati Gaghana memiliki cara jitu dalam menyikapi para penyinyir, yaitu kerja nyata bukan hanya sekedar “Omdo” atau omong doang. Sangihe Kerja…kerja…Kerja….(onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + thirteen =