Polisi: Motif Pembakar Rumah Anggota DPRD karena Sakit Hati

0
79
Sejumlah warga berusaha memadamkan api dengan perlatan seadanya di rumah Habriyanto Ahmad, ketika baru mulai terbakar , Kamis malam (25/3) (foto.jeff)

Indonesia Blitz, BITUNG – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Kota Bitung hari Jumat (26/3) resmi menetapkan AA alias Andri, warga Girian Weru sebagai tersangka pembakar rumah anggota DPRD Kota Bitung, Habriyanto Ahmad,  di kompleks Perumnas Girian Weru Dua, kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara,  Kamis malam (25/3).

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Bitung, AKP. Frelly Sumampow, SE, kepada Indonesia Blitz, Jumat siang (26/3), pihaknya langsung melakukan penyelidikan awal setelah terjadinya kebakaran rumah tersebut.

Hasilnya terdapat sejumlah bukti-bukti kuat, sehingga Andri yang sebelumnya masih berstatus saksi terlapor, langsung dinaikkan statusnya menjadi tersangka.  Polisi kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap Andri dan menahannya di ruang tahanan Polres Kota Bitung.

“Dari kejadian tersebut, kami Sat Reskrim Polres Bitung langsung melakukan penyelidikan, pengumpulan bahan-bahan keterangan, ditambah olah TKP dari Inafis. Di TKP ditemukan ada unsur kesengajaan, di mana ditemukan satu buah jerigen atau galon yang berisi sisa bahan bakar jenis bensin. Barang bukti tersebut telah diamankan. Dari keterangan saksi-saksi yang ada, kami selanjutnya melakukan penangkapan terhadap seorang yang diduga pelaku, yang berinisial AA”, jelas Sumampow.

Hasil investigasi sementara terdapat motif unsur sakit hati tersangka terkait kepemilikan rumah mewah dua lantai tersebut, sehingga ia nekad melakukan pembakaran.

Meski begitu, pihak Sat Reskrim Polres Bitung tetap melakukan penyidikan lebih mendalam,  untuk mencari tahu kemungkinan adanya penyebab lain, sehingga rumah anggota DPRD Bitung itu dibakar. Apalagi tersangka AA adalah kakak kandung dari Habriyanto Ahmad, pemilik rumah tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal kami, terindikasi motifnya adalah sakit hati bahwa rumah tersebut menurut pelaku tidak bisa dimiliki oleh hanya seorang. Untuk itu kami masih tetap mengkaji motifnya”, kata Kasat Reskrim Polres Kota Bitung.

Nyolo Ahmad, ayah tersangka AA alias Andri, sebelumnya mengakui putra tertuanya itu memang tidak setuju rumah dua lantai tersebut hanya diwariskan kepada adiknya, Habriyanto dan Ika. Padahal menurut Nyolo, Andri sudah mendapat warisan rumah cukup besar di jalan 46, Girian. Akibat konflik tersebut, dugaan kuat Andri nekad membakar rumah itu.

(Baca juga : Berebut Warisan, Rumah Anggota DPRD Bitung Diduga Dibakar)

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rumah tersebut, namun menimbulkan kerugian materil sekitar 150 juta rupiah karena terbakarnya beberapa bagian rumah termasuk parabotan.

Akibat perbuatannya,  tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara sesuai pasal 187 KUHP ayat 1 tentang pembakaran. * Jeff

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 11 =