Habriyanto : Nyanda Ada Utang-Piutang

0
77

Indonesia Blitz, BITUNG – Kasus dugaan pembakaran rumah anggota DPRD Kota Bitung, Sulawesi Utara, Habriyanto Ahmad, Kamis malam (25/3),  masih menjadi pembicaraan hangat sejumlah warga di kompleks Perumnas Girian Weru Dua, tempat rumah mewah dua lantai itu berada.

Beberapa warga tetangga menduga kemungkinan ada masalah lain yang menjadi latar belakang AA alias Andri membakar rumah tersebut. Tidak hanya masalah pembagian warisan, tetapi ada masalah pribadi utang-piutang terkait rumah tersebut.

Menurut warga di kompleks Perumnas Girian Weru Dua, tersangka Andri beberapa waktu sebelum peristiwa tersebut, pernah bercerita mengenai rumah tersebut diagunkan ke sebuah bank dan nyaris disita karena utangnya sudah jatuh tempo.

Konon, Andri bersedia menalangi sekitar 750 juta rupiah utang gadai di bank terhadap dua rumah orangtuanya, termasuk rumah dua lantai, yang kini sudah menjadi milik Habriyanto Ahmad tersebut.

Namun ada dugaan karena perjanjian tidak di atas kertas, Andri kesulitan menagih uangnya, sehingga ia marah dan sakit hati, apalagi mengetahui sertifikat rumah mewah dua lantai tersebut sudah dirobah menjadi milik adiknya, Habriyanto.

(Baca : Berebut Warisan, Rumah Anggota DPRD Bitung Diduga Dibakar)

Habriyanto Ahmad, SH, membantah ketika dikonfirmasi terkait adanya masalah keluarga terutama soal utang piutang tersebut.  “Nyanda ada utang piutang (tidak ada masalah utang-piutang)”, tegas Habriyanto ketika dihubungi Indonesia Blitz lewat telepon, Jumat petang (26/3).

Habriyanto menilai mungkin hanya kakaknya (tersangka AA) saja yang merasa masih ada masalah, tapi ia dan keluarga tahu tidak ada. “Barangkali menurut dia ada yang kurang, tapi menurut kita sudah clear”, jelasnya.

Habriyanto sendiri mengakui prihatin dengan kasus yang menimpa AA, kakaknya. Namun dia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus rumah terbakar tersebut kepada pihak  berwajib. “Ya kalau terpenuhi unsur dia sebagai pelaku…, tadi malam kan papa (ayah) sudah bikin laporan. Serahkan ke orangtua, kan masih ada orangtua”, ujar Habriyanto sembari menambahkan “Saya prihatin, tapi memang so….ya dia pe orang kan memang so bagitu. Jadi so nyanda kage, nyanda heran”, katanya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort Kota Bitung, Ajun Komisaris Polisi Frelly Sumampow, SE, kepada Indonesia Blitz hari Jumat (26/3), mengatakan AA sudah ditetapkan menjadi tersangka pembakar rumah dan kini ditahan.

Akibat perbuatannya,  tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara sesuai pasal 187 KUHP ayat 1 tentang pembakaran.

(Baca: Polisi: Motif Pembakar Rumah Anggota DPRD karena Sakit Hati)

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rumah tersebut, namun menimbulkan kerugian materil sekitar 150 juta rupiah karena terbakarnya beberapa bagian rumah termasuk parabotan. * Jeff.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − thirteen =