Kemenlu RI Dukung Pemkab Sangihe Buka Perdagangan Lintas Batas Dengan Filipina

0
178
kmp tampungan lawo menjadi sarana transportasi perdagangan lintas batas sangihe filipina
Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, saat Mendampingi Konjen RI Untuk Davao Filipina, Dicky Febrian, ketika Meninjau KM Tampungang Lawo yang Bakal Menjadi Sarana Transportasi Laut, Jika Perdagangan lintas Batas Terwujud

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Terobosan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang akan membuka perdagangan lintas batas dengan negara tetangga Filipina, mendapat dukungan dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Dukungan plus apresiasi tersebut disampaikan langsung Konsulat Jendral (Konjen) RI untuk Davao City Filipina, Dicky Febrian, saat berkunjung ke Sangihe Jumat (10/4) lalu. Dihadapan Bupati dan pimpinan OPD terkait, Dicky Febrian, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gaghana yang dengan gigih memajukan perekonomian masyarakat petani dan nelayan Sangihe, dengan menjajaki kerja sama perdagangan antara Pemkab Sangihe dengan pemerintah General Santos (Gensan) City Filipina.

Konjen RI di Davao City Filipina, Dicky Febrian dan Bupati Sangihe, Jabes Gaghana, Saat memberi arahan kepada para ABK, di Atas KM Tampungang Lawo

“Saya datang ke Sangihe sebagai bentuk respon baik dari Kemenlu RI atas keinginan Pak Bupati yang hendak membuka perdagangan lintas batas antara Pemkab Sangihe dengan Pemerintah Kota General Santos, ” ujar Dicky Febrian.

Respon baik dari Kemenlu RI atas terobosan Pak Bupati ini telah diaplikasikan dengan pembentukan Tim pengkajian usulan terobosan Pemda Sangihe dan datang langsung ke Sangihe untuk melihat kesiapan Infrastruktur pedukung Perdagangan Bilateral antara Sangihe dengan Gensan City dan juga sebagai bentuk Komitmen Kemenlu RI yang telah merespon dengan baik usulan yang disampaikan pak Bupati saat bertemu dengan Wamenlu di Jakarta tanggal 23 Maret 2021 lalu.

Proses pengepakan (Packing) Ikan di sentra perikanan Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Dagho

Sementara itu, di hadapan Konjen Dicky Febrian, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, menyampaikan salut serta terima kasih atas respon baik Kemenlu yang telah membentuk tim pengkajian dan datang ke Sangihe untuk mengkaji usulan pemerintah daerah yang hendak membuka perdagangan lintas batas dengan negara tetangga Filipina.

“Terima kasih banyak atas respon pemerintah pusat dalam hal ini Kemenlu RI yang telah menindaklanjuti usulan pemerintah daerah yang berniat membuka perdagangan lintas batas antara Sangihe dengan Gensan City Filipina. Buktinya, pak Dicky Febrian selaku Konjen RI di Davao, Filipina sudah datang langsung ke Sangihe,” ujar Gaghana.

Bupati JEG dan Kadis Perikanan, mendampingi Konjen RI di Davao, Dicky Febrian, Melihat Langsung Prosesing Packing Ikan di Perusahaan Ikan Dagho

Bupati Jabes Gaghana bahkan telah menyampaikan kepada Konjen RI di Davao, DickyFebrian bahwa salah satu sarana penunjang transportasi laut adalah kapal KM Tampungang Lawo yang kini dioperasikan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Saya telah menyampaikan kepada pak Konjen, bahwa pemerintah daerah memiliki kapal KM Tampungang Lawo, yang nantinya akan dijadikan sarana transportasi laut untuk mengangkut produk yang akan dijual ke Gensan City, seperti kopra, pala serta hasil perikanan berupa ikan tuna dan jenis ikan lainya. Ini akan sangat menguntungkan bagi para petani dan nelayan, karena harga jual komoditas ke Gensan Filipina akan lebih tinggi,” terang Gaghana.

nelayan panen ikan tuna
Para nelayan menjual hasil tangkapan ikan Tuna, yang menjadi primadona di Sangihe

Jabes Gaghana bahkan langsung mengajak Konjen Febrian untuk melihat langsung KM Tampungang Lawo yang berada di Pelabuhan Perikanan Dagho. Selain menaiki dan melihat kondisi kapal yang masih sangat bagus itu, Konjen juga diajak meninjau aktivitas di perusahaan perikanan Dagho yang melakukan pengiriman ikan ke berbagai daerah dan luar negeri.

” Petani dan nelayan Sangihe, Sitaro dan Talaud memiliki nilai tawar rendah, selama ini hasil laut dan bumi dibeli dengan harga murah. Karena harus dikirim ke Bitung, Surabaya dan Jakarta, baru dikirim ekspor, ” ungkap Gaghana.

nelayan panen ikan tuna
Di bidang Perikanan, berbagai upaya dilakukan Bupati Sangihe, Jabes Gaghana, memasarkan hasil tangkapan nelayan, agar bernilai ekonomis tinggi

Sedangkan barang-barang modal, seperti alat pertanian dan tangkap ikan di Sangihe lebih mahal dibandingkan daerah lain. Dengan membuka perdagangan lintas batas (Border Cross Area) antara Sangihe dan Filipina, masyarakat petani dan nelayan di kawasan perbatasan lebih sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Konjen Febrian mengajak kepada pimpinan instansi vertikal, Imigrasi, Bea Cukai, Gaghana bersama istansi vertikal dari Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, PDSKB untuk mendukung terobosan Pemkab Sangihe ini lewat kewenangannya masing-masing menyangkut dokumen perijinan dalam perdagangan lintas batas antara Sangihe dengan Gensan City Filipina.

Bupati JEG Bersama Konjen RI Davao City, Dicky Febrian, serta Pimpinan Instansi Vertikal (CCIQ) harus bersinergi mewujudkan terobosan Pemkab Sangihe, Perdagangan Lintas Batas


“Sinergitas antara Pemkab Sangihe dengan instansi vertikal, sangat dibutuhkan demi terwujudnya perdagangan lintas batas yang sudah bertahun-tahun didambakan masyarakat Sangihe. Kemenlu RI mendukung upaya pemerintah Kabupaten Sangihe yang tujuannya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat di daerah perbatasan NKRI ini,” pungkas Febrian. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × one =