Badai Surigae, Tower Telkomsel Ambruk

0
247

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Badai tropis Surigae yang terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (19/4), mengakibatkan Tower Milik PT Telkomsel yang berada di Kampung Bira Kecamatan Tabukan Tengah, ambrol dan nyaris menimpa rumah warga.

Selain merobohkan tower, angin   kencang yang berlangsung kurang lebih empat jam itu, juga memporak-poranda sejumlah fasilitas pemerintah, seperti Kantor Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, dimana separuh atap bangunan mengalami rusak parah. Selain itu atap Kantor Koramil Manganitu juga alami kerusakan.

Pasca ambrolnya Tower Telkomsel tersebut, seluruh wilayah Kecamatan Tabukan Tengah tidak memiliki jaringan seluler. Tak hanya itu, beberapa jalur jalan yang menghubungi Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tahuna, Manganitu dan Tamako, sempat lumpuh, karena banyaknya pohon tumbang yang menutupi badan jalan. Dan yang paling membuat warga kesulitan, adalah padamnya jaringan listrik kerena sejumlah kabel jaringan listrik tertimpa pohon tumbang. Pihak PT PLN Tahuna, tampak berupaya memperbaiki jaringan yang rusak.

Demikian halnya dengan layanan Kapal Penumpang dari Manado-Tahuna, juga mengalami gangguan akibat ombak yang sbgat besar. Dua kapal Penumpang, KM Saint Merry , dan KM Venecian yang biasanya sandar pukul 5 subuh di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Senin pagi tadi molor hingga pukul 08.24, karena kedua kapal tersebut harus berlindung di Pelabuhan Ulu Siau Timur, Sitaro dan melanjutkan pelayaran pada pukul 4 dinihari menuju Tahuna.


Sedangkan Kapal Cepat KM Majestic Kawanua, tidak diberangkatkan dari Tahuna menuju Manado, karena angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi. Tak korban jiwa dari peristiwa badai tropis surigae tersebut, namun kerugian akibat badai tersebut mencapai ratusan juta rupiah.


Sementara itu, pemerintah daerah melalui Sekda Sangihe , Harry Wolf terus mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan menghimbau kepada para pengendara roda empat dan roda dua untuk tidak melakukan perjalanan antar wilayah. Juga bagi masyarakat nelayan agar mengurungkan niatnya untuk melaut, hingga kondisi laut kembali teduh. (onal) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 4 =