Habiskan Rp 65 M, Rumah Sakit Ini Belum Beroperasi

0
546
RS Rujukan Regional Liunkendage Sangihe
Inilah kondisi pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional Liunkendage, Tahuna

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Meski telah menghabiskan anggaran senilai Rp 65 Miliar, namun Rumah Sakit Rujukan Regional Liunkendage Tahuna, hingga kini belum bisa beroperasi.

Karena gedung yang berlantai tiga itu, belum memiliki fasilitas Alat Kesehatan (Alkes). Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Liunkendage Tahuna, dr Handry Pasandaran, kepada indonesiablitz.com, Rabu (19/5), membenarkan, jika rumah sakit rujukan regional yang anggaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu belum bisa dimanfaatkan karena fasilitas Alkesnya belum lengkap.


Namun menurut Pasandaran, tahun 2020 lalu, ruangan lantai satu sempat gedung tersebut difungsikan untuk perawatan pasien Covid-19, tetapi sudah ditutup kembali karena seluruh pasien yang terpapar virus Corona sudah sembuh.

Bahkan hingga Mei 2021 ini, di RSUD Liunkendage Tahuna, tidak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan.


“Rencananya, tahun 2021 ini, akan dilakukan pengadaan 100 unit ranjang serta alkes lainya untuk rumah sakit rujukan regional ini. Jadi karena Alkesnya belum lengkap, sehingga belum bisa difungsikan untuk layanan kesehatan,” ujar Pasandaran.


Menurutnya, ia menjabat Direktur RSUD Liunkendage Tahuna nanti tahun ke tiga setelah pembangunan gedung rumah sakit rujukan regional itu dikerjakan, dengan anggaran 20 M dari 65 M.

Dikatakannya, pembanguna gedung rumah sakit dengan konstruksi empat lantai itu akan rampung pada tahun 2023 mendatang. Dan rencananya tahun 2022 mendatang akan mengusulkan anggaran untuk penyelesaian gedung lantai empat. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × one =