JEG Kerja Nyata Memajukan Negeri Tampungang Lawo

0
412
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya, Ahmadi Heri Porwono, Saat Menggunjungi Lokasi Yang akan Dibangun Pangkalan Guskamla TNI AL di Kampung Pananaru Kecamatan Tamako.

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Meski tak semua orang akan memberi pembenaran atas capaian kinerja seorang Jabes Ezar Gaghana, dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat di daerah ini, namun bukti kerja nyata yang dilakukan Gaghana selang empat tahun dalam membangun negeri Tampungang Lawo, patut diancungi jempol.

Pun jika, upaya Bupati JEG yang kerap memanfaatkan waktu jika sedang tugas di Jakarta, dengan mendatangi sejumlah kantor kementerian yang memiliki program untuk pembangunan di daerah kepulauan, adalah bentuk upaya pemerintah dalam memperjuangkan anggaran dari kementrian tersebut agar bisa mengalir ke Sangihe.

Bupati Jabes Gaghana Saat Saling Menyerahkan Cendra Mata Kepada Asrena Kasal Laksda Muhammad Ali, di Mabesal

Upaya yang dilakukan Gaghana itu, tidak semata untuk dipertontonkan kepada publik Sangihe. Bahkan kata pencitraan sangat jauh dari apa yang dipikirkan oleh Gaghana. Yang ada dalam benaknya, justeru bagaimana cara upanya bisa mendapat respon dari pemerintah pusat.

Dan, beberapa hal yang menjadi kebanggaan warga Tampungang Lawo, atas kepemimpinan Bupati JEG, ketika Wakil Kepala Staf TNI AL bisa bertandang ke Sangihe untuk melihat langsung areal yang akan dibangun pangkalan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) TNI AL yang berlokasi di Kampung Pananaru Kecamatan Tamako.

Bupati Jabes Gaghana Saat Menyampaikan Laporan Asrena Kasal, Laksamana Muda, Muhammad Ali, di Mabes TNI AL, Terkait Kesiapan Lahan Untuk Pembangunan Pangkalan Guskamla Yang Berlokasi di Kampung Pananaru

Kemudian ditindaklanjuti dengan keberangkatan Bupati ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Asisten Perencanaan (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Madya, Muhammad Ali, di Mabes TNI AL. Bupati Gaghana yang turut didampingi, Danlanal Tahuna, Kajari Sangihe, Ketua PN Sangihe, Unsur Forkopimda lainya, serta Kaban Kesbabgda, Camat Tamako, Kapitalaung dan Ketua MTK Kampung Pananaru, menyampaikan sekaligus melaporkan kepada Asrena Kasal, bahwa lokasi untuk pembangunan Pangkalan Guskamla di Kampung Pananaru sudah siap.

Bupati Jabes Gaghana juga menyampaikan bahwa lokasi yang akan dibangun Pangkalan itu, sudah memiliki sertifikat, termasuk penambahan luas lahan dari 9,7 hektar total menjadi 24 hektar, dimana dana pembebasan lahan akan diambil dari APBD.

Bupati Jabes Gaghana dan Rombongan Saat Bersama Asrena Kasal Laksamana Madya Muhammad Ali di Mabes TNI AL

Repon baik serta apresiasi langsung disampaikan Laksda Muhammad Ali, kepada Pemerintah Kabupaten Sangihe, unsai mendengar penyampaian Bupati.

“Atas nama Pak Kasal, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah memberi fasilitas berupa lahan untuk pembangunan Pangkalan Guskamla TNI AL di teluk Pantai Dagho, tepatnya di Kampung Pananaru. Sekali lagi, terimakasih Pak Bupati,” ujar Muhammad Ali.

Untuk melindungi para nelayan saat cuaca buruk, Bupati Jabes Gaghana Menyampaikan Permohonan Bantuan Kapal SAR Kepada Sestama Basarnas Pusat, Dianta Bangun.

Usai bertemu Asrena Kasal, keesokan harinya, Jumat (28/5), Bupati Gaghana memanfaatkan sisa waktu dengan menyambangi Kantor Pusat Basarnas, dimana. Bupati Jabes Gaghana bersama rombongan diterima langsung Sekertaris Utama (Sestama) Basarnas, Dianta Bangun.

Dalam pertemuan tersebut, Gaghana menyampaikan kondisi Sangihe sebagai daerah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas, dan kerap dilanda gelombang besar disertai angin kencang, menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan laut, yang menimpah para nelayan hingga hanyut ke laut lepas. Bahkan pada kondisi tertentu, perairan laut di Sangihe akan lebih berkecamuk oleh adanya badai kiriman dari negara tetangga Filipina.

Bupati Gaghana Saat Menyerahkan Cendra Mata Kepada Sestama Basarnas, Dianta Bangun

Bupati Gaghana kemudian menyampaikan kepada Sestama Basarnas, terkait minimnya sarana dan prasarana berupa Kapal yang akan digunakan untuk melakukan pencarian nelayan yang mengalami kecelakaan laut akibat dihantam badai, serta Sumber Daya Manusia-nya. Menurut Gaghana, selama ini koordinasi yang dibangun pemerintah daerah dengan petugas Pos SAR di Tahuna, berjalan dengan baik, dalam hal pencarian nelayan hilang, namun kerap terkendala karena tidak adanya fasilitas kapal memadai serta sumber daya manusianya dalam melakukan penyelamatan korban kecelakaan laut.

Lewat pertemuan tersebut, Bupati Gaghana kemudian mengajukan permohonan kepada Sestama Basarnas, agar memberikan bantuan kapal memadai untuk stand by di Pos SAR Tahuna, dengan tambahan personil.

Usai mendengar pemaparan plus permohonan Bupati, Sestama Basarnas, dengan tegas menyatakan jika pihaknya akan segera menindaklanjuti, untuk memberikan bantuan kapal percari orang hilang dilaut, yang nantinya akan ditempatkan di Pos SAR Tahuna. Sestama juga memberi apresiasi kepada Pemkab Sangihe yang sangat mempedulikan keselamatan bagi masyarakat nelayan.

Bupati Jabes Gaghana Saat Berpamitan kepada Sestama Basarnas, Dianta Bangun, di Kantor Pusat Basarnas

“Apa yang disampaikan pak Bupati, sebagai bentuk perhatian serta kepedulian pemerintah kepada masyarakat, lebih khusus para nelayan yang mengalami kecelakaan laut, pada saat sedang menangkap ikan,” ujar Dianta Bangun.

Sedangkan menyangkut penambahan personil, menurut Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan, Mayjen TNI, Bambang Suryo Aji yang turut mendampingi Sestama mentatakan bahwa penambahan personil dan peralatan di seluruh Kantor Pencarian dan Pertolongan sudah menjadi skala prioritas yang dilakukan setiap tahunnya.

Hal lainya yang tidak luput dari perhatian Bupati Jabes Gaghana, memberikan bantuan meja tempat jualan bagi penjual tradisional yang sudah bertahun-tahun menjual hasil pertanian hanya beralaskan karung di Pasar Towo’e Tahuna.

Inilah 50 Unit Meja Jualan, Yang Diberikan Bupati Gaghana Kepada Penjual Tradisional di Pasar Towo’e Tahuna

Kepala Dinas Perindag Sangihe, Tajudin Sainkadir, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Dery Tindage mengatakan, pemberian bantuan 50 unit meja jualan bagi para penjual tradisional di pasar Towo’e, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, kepada para penjual tradisional yang sudah bertahun-tahun menjual hasil kebun mereka hanya beralaskan karung.

“Bantuan 50 unit meja lapak jualan, kepada para penjual di pasar Towo’e, sebagai bentuk perhatian pak Bupati Jabes gaghana, kepada penjual tradisional, yang sudah bertahun-tahun menjajakan jualan mereka hanya beralaskan karung. Pak Bupati bahkan sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib puluhan penjual tradisional, yang sering kesulitan menjual hasil kebun mereka, jika terjadi hujan lebat,” ujar Tindage.

Menurut Dery Tindage, para penjual tradisional di pasar Towo’e itu sudah bertahun-tahun menjajakan jualan mereka hanya beralaskan karung di atas tanah, hingga akhirnya lewat perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Perindag, Bupati Jabes Gaghana, meminta untuk membuat meja jualan dengan ukuran sama dan diberikan kepada para penjual tradisional itu disertai dengan payung raksasa, agar para penjual bisa terlindung dari cuaca panas maupun hujan.

Bantuan 50 unit lapak jualan dari Pemkab Sangihe kepada para pedagang, sebagai bentuk negara hadir saat rakyat membutuhkan. Upaya ini juga untuk memulihkan ekonomi saat pandemi covid 19

Mendapat bantuan meja jualan, para penjual tradisional itu, tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Gaghana, yang dengan tulus memberikan bantuan meja jualan kepada mereka.

“Sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun kami berjualan di pasar Towo’e, hanya beralaskan karung, dan baru kali ini kami mendapat bantuan meja. Kami sangat bersyukur serta berterima kasih kepada pak Bupati yang telah memberikan bantuan ini,” ujar para penjual dengan haru.

Seperti itulah upaya yang dilakukan Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, yang dengan tulus ikhlas membangun Negeri Tampungang Lawo lewat kerja nyata, dengan semboyan “Sangihe Bekerja”. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 1 =