Gerak Membangun Sangihe di Tengah Gejolak Pandemi, 10 Gedung Lumbung Pangan Dibangun Serentak di Sangihe

0
390

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Meski pandemi Covid-19 terus bergejolak di sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, namun tak membuat kendor daya juang pemerintah daerah untuk memperoleh anggaran dari pemerintah pusat.

Buktinya, lewat lobi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021, yang dilakukan Bupati Kabuaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, Sangihe memperoleh 3,3 miliar rupiah pada Dinas Ketahanan Pangan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan 10 gedung atau fasilitas Lumbung Pangan di sejumlah wilayah yang ada di tanah Tampungang Lawo.

Menariknya, pembangunan fasilitas atau gedung Lumbung Pangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)  tersebut, dilaksanakan secara serentak di sepuluh kampung dengan ditandai peletakan batu dasar secara simbolis oleh Bupati Jabes Gaghana di Kampung Naha Kecamatan Tabukan Utara, Rabu (7/7).

Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lumbung Pangan di Kampung Naha Kecamatan Tabukan Utara, Rabu (7/7), sebagai tanda dimulainya pembangunan 10 Lumbung Pangan serentak di kabupaten Sangihe.

Kesepuluh Kampung yang memperoleh fasilitas gedung Lumbung Pangan itu masing-masing di Kampung Manumpitaeng Kecamatan Manganitu dengan nama Gapoktan Tumendang, Kampung Hengke Kecamatan Tabselteng dengan nama Gapoktan Mihuse, Kampung Naha Kecamatan Tabukan Utara dengan nama Gapoktan Senggalipoho, Gapoktan Nawacita Kampung Kalagheng Kecamatan Tabukan Selatan, Gapoktan Mawar Kampung Pulau Matutuang Kecamatan Kepulauan Marore, Gapoktan Melati Kampung Nanedakele Kecamatan Nusa Tabukan, Gapoktan Mangsumombo Kampung Kuma Kecamatan Tabukan Tengah, Gapoktan Kahumata Kampung Pindang Kecamatan Manganitu Selatan, Gapoktan Maju Bersama Kampung Lipang Kecamatan Kendahe, serta Gapoktan Tunas Karya Kampung Dalokaweng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.

Bupati Jabes Gaghana menjelaskan, tujuan dibangunnya sepuluh gedung Lumbung Pangan di Sangihe, selain menyiapkan stok pangan, juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menajamkan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah yang rawan pangan.

“Dengan dibangunnya Lumbung Pangan di sepuluh Kampung di Sangihe, sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kekurangan pangan di wilayah rawan pangan, yang sewaktu-waktu akan terjadi. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, warga tidak akan kesulitan untuk mencari kebutuhan pangannya, karena ketersediaan stok pangan sudah ada di kampungnya masing-masing, yang dikelola oleh Gapoktannya, sehingga tidak perlu lagi menunggu suplai dari daerah,” ujar Gaghana.

Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana saat menjelaskan tujuan pembangunan 10 Lumbung Pangan serentak di kabupaten Sangihe.

Bupati Gaghana juga menegaskan, proses pengerjaan pembangunan kesepuluh gedung Lumbung Pangan tersebut tidak melalui pihak ketiga, tetapi dilaksanakan secara swakelola dengan harapan Gapoktan bahkan masyarakat lainya akan memperoleh keuntungan dari hasil pembangunan gedung Lumbung Pangan yang dalam pelaksanaannya akan didampingi oleh Fasilitator dari Dinas Ketahanan Pangan.

Sementara dalam penanganan Covid-19 yang sempat terjadi lonjakan kasus di Sangihe, Bupati Gaghana langsung memanggil para Kapitalaung yang kampungnya dinyatakan masuk zona merah, untuk diberi arahan terkait penanganannya serta melakukan sosialisasi secara masif kepada warganya tentang bahaya virus Corona, serta bagaimana cara memutus mata rantai penyebarannya, yaitu tetap dan selalu mematuhi Protokol kesehatan ketika hendak melaksanakan aktifitas.

Sikap reaktif serta kepedulian Jabes Ezar Gaghana, terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, dinilai sebagai wujud keberpihakan pemerintah daerah kepada segenap rakyat Tampungang Lawo. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 2 =