Gaji Sejak April Belum Terbayar, Nasib 152 “Guru Sangihe Mengajar” Memprihatinkan

0
708
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Harry Wolf

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Nasib 152 Guru Sangihe Mengajar (GSM) benar-benar memprihatinkan. Pasalnya, semenjak bulan April 2021 hingga saat ini, hak berupa gaji para pahlawan tanpa tanda jasa itu, belum terbayarkan, meskipun laporan kegiatan mengajar telah dimasukan ke Dinas Pendidikan, selaku instansi yang paling bertanggung jawab terhadap program GSM ini.

Kondisi ini tentunya memunculkan beragam reaksi dari para guru yang tergabung dalam program GSM. Ada yang menyebutkan bahwa mereka terpaksa berhutang ke warung untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, bahkan jumlah hutang mereka sudah menumpuk.

Hal yang membingungkan para GSM ini terkait penyebab hingga gaji mereka belum dicairkan, karena ada beberapa versi yang mengemuka. Di antaranya, pernyataan dari Kepala Bidang Anggaran Dinas Keuangan dan Aset Daerah, Yupiter Budikase, bahwa gaji para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) belum bisa dicairkan karena ada dua dinas yang belum selesai input data, yaitu Dinas PU dan Dinas Kesehatan.

Jika kedua dinas ini sudah selesai menginput datanya, maka gaji tersebut baru bisa dicairkan. Sedangkan Versi lainya, menyebutkan, adanya kekeliruan pihak Dinas Pendidikan, dalam pengganggaran pada item belanja dinas.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Harry Wolf, ketika dikonfirmasi Indonesiablitz.com, Rabu (25/8), terkait gaji 152 GSM yang belum terbayar semenjak bulan April, menyatakan jika penyebabnya adanya kesalahan penganggaran dari pihak Dinas Pendidikan, sehingga pencairannya terhambat. Namun menurutnya, kesalahan itu telah diperbaiki.

“Memang ada kesalahan pengganggaran dari dinas, namun sudah diperbaiki pada perubahan, dan mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi,” tutup Wolf. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × four =