Kapal Patroli Milik KUPP Kelas II Tahuna Yang Sempat Rusak Parah Akibat Diterjang Badai Saat Sandar di Dermaga Pelabuhan Nusantara Tahuna

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Sudah sekian lama tak berada di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kapal Patroli milik Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, dipertanyakan warga.

Kapal Patroli dengan nomor lambung KNP 343 itu, nyatanya dilabuhkan di Teluk Kampung Talengen Kecamatan Tabukan Tengah. Yang dipertanyakan warga, kenapa harus dilabuhkan di lokasi yang berjauhan dengan Kantor UPP Tahuna yang nota bene memiliki fasilitas dermaga yang sangat baik.

Namun Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Holpriet Balirangeng melalui, Pengelola Keuangan Kantor, Melfit P, saat dikonfirmasi Indonesiablitz.com Jumat (5/11), mengatakan, selain lokasinya sangat aman, tujuan kapal Patroli dilabuhkan di Teluk Talengen, untuk menjaga keamanan kapal dari terjangan badai, karena beberapa tahun lalu, Kapal tersebut sempat mengalami kerusakan yang cukup parah akibat di terjang badai saat sedang sandar di dermaga Tahuna.

“Kebetulan, Kapal Patroli itu sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat dihantam badai saat sedang sandar di Dermaga Pelabuhan Nusantara Tahuna, hingga harus diperbaiki dengan anggaran hampir 100 juta. Jadi, untuk menghindari kemungkinan buruk dari terjangan badai, kapal dilabuhkan di Teluk Talengen yang sangat aman dari segala cuaca,” ujar Melfrit.

Dia juga membantah, soal isu yang beredar di masyarakat bahwa kapal Patroli sengaja disembunyikan karena sesuatu hal. Intinya kata Melfrit, dipilihnya Teluk Talengen untuk tempat berlabuh kapal, karena lokasinya sangat aman dari berbagai cuaca.

Dua mesin Kapal patroli jenis Speed Boat, sudah sering mengalami kerusakan karena pengadaanya sudah sejak tahun 2007 lalu, dan pihaknya sudah mengusulkan ke pusat untuk diganti dengan mesin baru, namun hingga saat ini belum direalisasikan.

Sedangkan menyangkut dana operasional untuk dua kapal patroli yang biasanya hampir 2 miliar dalam setahun, semenjak tahun 2020 hingga 2021 mengalami penurunan yang sangat signifikan, akibat Recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + 2 =